Charlie's posts with tag: palembang
trip to palembang.wmv (29.2 MB)
|  | Dari kejauhan, pulau itu terlihat seperti gundukan tanah yang hijau membukit. Berada di tengah Sungai Musi, pulau itu memiliki daya tarik wisata. Ada beberapa legenda yang tercipta di pulau yang unik ini. Salah satunya legenda sebuah kisah percintaan seorang putri raja.
Pulau tersebut dinamakan Pulau Kemaro. Kemaro adalah bahasa Palembang. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, kemaro berarti kemarau. Mengapa diberi nama Pulau Kemaro? Menurut orang-orang Palembang, pulau ini tidak pernah digenangi oleh air. Walaupun volume air di Sungai Musi meningkat, Pulau Kemaro tetap saja kering. Karena keunikan inilah, masyarakat sekitar menjulukinya sebagai Pulau Kemaro (Pulau Kemarau).
Pulau Kemaro terletak di sebuah delta yang berada di tengah-tengah Sungai Musi, sekitar 5 km arah hulu. Di dalam pulau ini terdapat sebuah makam yang diyakini sebagai makam dari Putri Sriwijaya Siti Fatimah yang menceburkan diri ke Sungai Musi.
Ceritanya, pada zaman dahulu, seorang putri dari Raja Sriwijaya yaitu Siti Faimah dilamar oleh putra raja dari negeri Tiongkok bernama Tan Bun Ann. Raja Sriwijaya mengajukan persyaratan yang harus dipenuhi oleh Tan Bun Ann. Persyaratan itu adalah Tan Bun Ann harus menyediakan 9 guci berisi emas. Keluarga Tan Bun Ann pun menerima syarat yang diajukan itu. Untuk menghindari bajak laut, emas yang berada di dalam guci-guci itu dilapisi sayur mayur oleh keluarganya tanpa sepengetahuan Tan Bun Ann.
Pada suatu hari rombongan Tan Bun Ann tiba dari Tiongkok dengan 9 guci emas yang telah dijanjikan. Namun, setelah diminta menunjukkan isi gucinya oleh raja Sriwijaya, Tan Bun Ann terkejut karena melihat sayur mayur di dalam 9 guci yang dibawanya. Karena kaget dan marah, tanpa mengecek terlebih dahulu Tan Bun Ann langsung melemparkan guci-guci tersebut ke dalam Sungai Musi. Tetapi pada guci yang terakhir, terhempas pada dinding kapal dan pecah berantakan, sehingga terlihatlah kepingan emas yang berada di dalamnya.
Rasa penyesalan yang membuat Tan Bun Ann mengambil keputusan yang konyol, ia menceburkan diri ke dalam Sungai Musi. Melihat kejadian tersebut, Siti Fatimah ikut menerjunkan diri ke sungai, sambil berkata ?bila suatu saat ada tanah yang tumbuh di tepi sungai ini, maka disitulah kuburan saya.? Dan ternyata benar, tiba-tiba dari bawah sungai timbul gundukan tanah yang akhirnya sekarang menjadi Pulau Kemaro ini.
Kami sendiri yang mendengar cerita ini antara percaya dan tidak. Namun yang pasti, di pulau terdapat tiga gundukan tanah yang menyerupai batu karang, di mana gundukan tanah tersebut diberi semacam atap dari kayu dan diberi batu nisan dengan tulisan Tiongkok yang didominasi warna merah.
Menurut cerita, gundukan tanah di tengah adalah makam sang putri. Sedangkan dua gundukan tanah yang ada di sebelahnya merupakan makam ajudan dari pangeran Tiongkok dan dayang kepercayaan sang putri. Entah sudah berapa ratus tahun umurnya, namun hingga kini makam tersebut terawat baik sebagai legenda Pulau Kemaro.
dikutip dari tulisan TRAVEL CLUB http://www.travelclub.co.id/index.php?aksi=berita_detail&kode=ed3d2c21991e3bef5e069713af9fa6ca
|
|  | Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Sungai Musi adalah sebuah sungai yang terletak di Propinsi Sumatra Selatan, Indonesia. Dengan panjang 750 km, sungai ini merupakan yang terpanjang di Pulau Sumatra. Sejak masa Kerajaan Sriwijaya, sungai ini terkenal sebagai sarana utama transportasi masyarakat.
Di tepi Sungai Musi terdapat Pelabuhan Boom Baru dan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II.
Sungai Musi membelah Kota Palembang menjadi dua bagian kawasan: Seberang Ilir di bagian utara dan Seberang Ulu di bagian selatan. Sungai Musi, bersama dengan sungai lainnya, membentuk sebuah delta di dekat Kota Sungsang.
Mata airnya bersumber di daerah Kepahiang, Bengkulu. Sungai Musi merupakan muara sembilan anak sungai besar, yaitu Sungai Komering, Rawas, Batanghari, Leko, Lakitan, Kelingi, Lematang, Semangus, dan Ogan.
Lahan seluas 3 juta ha di daerah aliran sungai (DAS) Musi dianggap kritis akibat maraknya penebangan liar. Kondisi ini dapat memicu banjir bandang dan tanah longsor. |
|  | Propinsi Sumatera Selatan merupakan suatu kawasan seluas 99.888 kilometer persegi di Indonesia Bagian Barat yang terletak di sebelah Selatan garis khatulistiwa pada 1-4 derajat lintang Selatan dan 102-108 derajat bujur timur.
Bagian daratan propinsi ini berbatas dengan propinsi Jambi di sebelah Utara. Propinsi Lampung di Selatan dan propinsi Bengkulu dibagian Timur dibatasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Sumatera Selatan dikenal juga dengan sebutan Bumi Sriwijaya karena wilayah ini pada abad 7-12 Masehi merupakan pusat kerajaan maritim terbesar dan terkuat di Indonesia yang berpengaruh sampai ke Formosa dan Cina di Asia serta Madagaskar di Afrika.
Disamping itu, Sumatera Selatan sering pula disebut sebagai Daerah Batang Hari Sembilan, karena dikawasan ini terdapat 9 sungai besar yang dapat dilayari sampai jauh ke hulu. Yaitu, sungai musi, Ogan, Komering, Lematang, Kelingi, Rawas, Batanghari Leko dan Lalan serta puluhan lagi cabang-cabangnya. |
| Start: | Aug 11, '07 01:00a | | End: | Aug 12, '07 8:00p | | Location: | PALEMBANG, SUMATERA SELATAN |
This trip has been cancelled for couple of time.....Now the schedule is on.... Ke Palembang nih weekend ini....waktunya juga gak banyak...... brangkat sabtu pagi pulang minggu sore.... ada yang punya ide gak?? di Palembang ada apa aja?? tempat wisata?? pantai? gunung? museum? bangunan tua?? kuliner?? ato apalah...
| |