Charlie's posts with tag: merdeka trip
guci-cilacap-pangandaran.wmv (44.4 MB)
|  | Habis lunch Soto Sokaraja di Purwokerto, rombongan mampir di rumah kediaman pamannya Ririn. Di rumah itu sempet motoin laba-laba yang ukurannya kira ukuran panjangnya 10cm (thank you for Bernard for invite me to watch it).
45 menit kemudian rombongan sudah meluncur lagi menuju Cilacap, bahkan berhenti di Bendung Gerak Serayu untuk foto-foto....halah, narcist lagi neh...
Sepanjang jalan ke Cilacap kami disuguhi Karnaval Kemerdekaan sepanjang 1,5KM...macem2 aja ulah dan penampilan mereka... |
|  | Ini kali yang kedua gue masuk ke dalam mulut goa sedalam 500 meter...keindahannya tetap memukau walaupun sempat diterpa gempa dan badai tsunami yang menghebohkan beberapa waktu lalu di kawasan Pangandaran...
Air saat itu agak surut sehingga rombongan gak repot-repot untuk melawan arusnya...tidak seperti kali pertama gue kesini gue butuh extra tenaga untuk melawan arus derasnya, dan kali ini gue gak ada kegiatan melipir/merayat dinding batu itu layaknya 'wall climber' untuk mencapai titik terakhir eksplorasi... |
|  | Gue pernah kesini kira2 5-6 tahun yang lalu sebelum tsunami. Waktu itu gue abis lebaran backpacking sendirian naek bis, sampe di Pangandaran gue nyewa moto bebek...trus gue eksplor kawasan ini sampe ketemu Batu Hiu...
Waktu itu Batu Hiu infrastukturnya belum di sebaik ini...bagus lah pemerintah punya perhatian akan tempat wisata ini... |
|  | Dari Semarang hanya 2,5 jam gue dah ketemu rombongan 'Merdeka Trip' di Tegal. Langsung meluncur ke Guci, kawasan puncak di kaki Gn. Selamet.
Habis dinner, rombongan bersiap-siap untuk mandi air panas...brrggghh....dingin banget udaranya...tapi tetep walaupun dingin temen-temen pada berendem air panas juga tuh...
Pagi harinya cuaca sangat cerah, sambil disuguhi secangkir kopi dan ngobrol ngalor ngidil sama Mas Budi yang lagi nyantap sate kelinci, gue sempet ngambil foto Gn Selamet yang lagi aktif...alias mengepul diudara... |
|  | 50 tahun setelah Gn. Krakatau meletus (1828) benteng ini dibangun untuk mengantipasi serang musuh (Portugis) yang datang dari arah laut. Dulunya, batas benteng ini dengan bibir pantai hanya beberapa meter saja, tapi sekarang jaraknya sudah lebih dari 100 meter ke bibi pantai.
Koq namanya Benteng Pendem? karena Tentara Belanda ingin benteng ini tidak terlihat dari kejauhan laut, sehingga dipendamlah bangunan ini dengan tanah yang dikerjakan oleh para pribumi pada saat itu.
Selain barak prajurit, ruang klinik, halaman pelatihan tembak, ruang kerja prajurit terdapat juga ruang penjara pribumi yang dianggap ekstrimis, ruang bidik senapan (sniper hole) maupun ruangan canon ball. Semua ruangan ini saling berhubungan untuk pelarian para tentara kalau dalam keadaan terdesak bisa kabur....
Saking tempat ini serem, Trans-TV dengan 'Dunia Lain' pernah beberapa kali melakukan shooting di salah satu ruangan, yaitu dilam ruangan Komandan Jendral...
Yang menarik buat gue adalah; ada penjara pribumi yang tebalnya 75cm tampak jebol karena dibuat lubang untuk kabur oleh para napi tersebut. Bayangkan tebalnya dinding itu, bukan itu saja cara penyusunan bata pun dibuat sejajar panjang dan bukan sejajar lebar.....
2 tahun yang lalu gue dateng kesini sedang dipugar, dan sekarang sepertinya pemugaranya sudah selesai seadanya.. |
| Start: | Aug 17, '07 01:00a | | End: | Aug 19, '07 | | Location: | CENTRAL JAVA |
Dari Semarang gue langsung gabung dengan rombongannya DIan yang dah ada di Brebes...
| |