Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

THOUGHTS 2 SHARE

Blog EntryMay 15, '09 11:33 PM
for everyone
Piaggio Fly thn 2008,
SIlver, mulus seperti baru.
KM1100, Harga Nego
Hub: 02192905337

Blog EntryMar 25, '09 10:55 PM
for everyone

Blog EntryMar 25, '09 9:59 PM
for everyone

Program Bagi Buku - Bagi Ilmu - Bagi Anak Negeri

Di P. Siberut, Pulau Mentawai, Provinsi Sumatera Barat


Sejarah mengajarkan pada kita bahwa buku merupakan sarana yang cukup menentukan dalam perkembangan peradaban manusia. Buku tidak saja menularkan ilmu namun juga pengalaman-pengalaman hidup orang atau bangsa lain. Negara-negara maju telah menikmati kemakmuran dan mampu menjawab tantangan-tantangan di awal abad ke-21 berkat tradisi membaca yang berurat-berakar.

Memasuki abad ke-21 bangsa Indonesia belum mencapai kemakmuran sebagaimana telah dinikmati  oleh negara maju. Kendati tingkat-melek huruf nasional tinggal enam persen pada 2008, kondisi geografis negeri ini—dengan 17.000 lebih pulau—telah menghambat penyebaran buku secara merata. Akibat masalah geografis itu, sebagian besar produksi buku nasional hanya menumpuk di Jawa, padahal populasi melek-huruf telah muncul di seluruh pelosok Nusantara.

Prihatin terhadap kesenjangan sebaran buku terhadap populasi melek-huruf di Indonesia, komunitas “1 Nusa 1 Bangsa 1 Bahasa 1 Bumi” menggagas program “Bagi Buku – Bagi Ilmu Bagi Anak Negeri.” Program ini akan membantu mendistribusikan buku-buku bermutu sumbangan individu, komunitas, atau perusahaan ke perpustakaan/rumah baca masyarakat terutama yang berada di luar pulau Jawa.

Program “Bagi Buku – Bagi Ilmu Bagi Anak Negeri” akan dimulai dari salah satu kepulauan terluar Republik Indonesia: Kepulauan Mentawai di Samudera Indonesia pada 19 - 22 Mei 2009, genap ke hari Kebangkitan Nasional ke-101. Program ini akan menyerahkan buku sumbangan Anda, donatur budiman dari seluruh penjuru dunia, dan mengirimkannya ke perpustakaan desa di Desa Madobak dan Muara Siberut, P. Siberut, Kepulauan Mentawai.

Bagi para donatur buku, kami menyediakan dua cara untuk menyumbang. Pertama, dengan membeli buku yang dipaparkan dalam daftar berikut ini. Selisih rabat terhadap harga setiap eksemplar buku akan kami terima sebagai sumbangan uang tunai bagi pendirian perpustakaan di P. Siberut.

Kedua, Anda juga membelikan buku dalam daftar ini juga untuk langsung dikirim ke putra-putri Mentawai di P. Siberut. Selisih rabat yang kami terima akan dipergunakan untuk membiayai penyampulan buku, pengiriman, dan pendirian perpustakaan di P. Siberut. Daftar buku dan rincian proses dapat ditemukan dalam file yang menyertai pengantar ini.

Terimakasih Anda telah bergabung dalam upaya melek-buku bagi negeri ini. Setiap eksemplar buku yang Anda beli melalui program ini, sangat berarti bagi kemaslahatan penduduk P. Siberut dari generasi ke generasi .

 

Salam hangat,

Atas nama panitia

Fahri J.


Attachment: formulir_sumbangan_buku_bagi_mentawai 2.zip

Link untuk untuk site ini http://1n3b.multiply.com/journal/item/1/Program_Bagi_Buku_-_Bagi_Ilmu_-_Bagi_Anak_Negeri

Tadi malem gue gak sengaja bertemu dengan seorang kenalam lawas [mungkin 20 thn yll], seorang fotografer gaek yang tetap konsisten menggeluti bidangnya sebagai fotografer handal yang fokus pada industri pertunjukan Jazz di  negeri ini.

Teringat, gue kenalan dengan beliau saat gue masih aktif ngadain pertunjukan Jazz [komersial/kampus], setelah lama gak ketemu baru tadi gue ketemu dia lagi dan dia pun masih ingat.  Selama itu pula gak ketemu, selama itu pula gue cuma bisa melihat hasil  karya fotografinya yang ciamik.

Penampilannya tetep sederhana; kaca mata bulat dan  berambut putih [bukan uban, emang dari dulu juga dah putih]. Mungkin gak banyak orang kenal atau tau kiprahnya di bidang fotografi, tapi kalo kita baca autobiografinya; beliau dah mulai foto profesional sejak gue belum lahir...hehe.

Dan gue terkesan dengan sikap  'low-profile'nya yang mengatakan bahwa karya seni/art fotografi bukan untuk di bagi atau sesuatu yang bisa diwariskan/diajari/dididik,  seni adalah seni yang harus dialami dan dieksplorasi oleh diri sendiri. Lanjutnya;"kalo mo blajar fotografi khan banyak sekolah fotografi dari rekan2 saya yang lain"

Berikut, adalah artikel yang gue ambil dari http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/05/31/01094961/mata.jazz.perry.pieter


Sabtu, 31 Mei 2008 | 01:09 WIB

Frans Sartono

”To Perry, you still have the great eyes...”. Kalimat pujian ini ditulis pianis jazz Bob James di selembar foto yang merekam aksinya. Foto itu dibuat Perry Pieter (67), fotografer yang memilih jazz sebagai salah satu spesialisasinya.

Nien Lesmana, istri Jack Lesmana, ibu pemusik jazz Indra Lesmana, menyebut Perry sebagai Pak Tua. Sebutan ini bukan mengacu kepada umur, tetapi untuk kesetiaan Perry pada jazz dan fotografi. Ia turut aktif membantu melengkapi dokumentasi perkembangan jazz di Indonesia.

Perry memotret penampilan Indra Lesmana di Taman Ismail Marzuki (TIM) tahun 1978. Saat itu Indra yang berusia 12 tahun memainkan piano elektrik Rhodes bersama Bubi Chen dan Jack Lesmana. Sekitar 30 tahun kemudian, Perry pula yang merekam penampilan Indra dan Bubi di TIM dalam konser Two Love Jazz–The Art of Duo.

Perry Pieter, lelaki berdarah Maluku kelahiran Magelang, Jawa Tengah, 1 Mei 1941, merekam beragam peristiwa jazz di Tanah Air dan berbagai konser jazz di luar negeri lewat kamera. Menyimak satu per satu hasil jepretan Perry, kita serasa membuka album sejarah perkembangan jazz di Tanah Air. Di sini ada Chris Kayhatu dan kawan-kawan saat meramaikan pentas jazz awal 1980-an dengan Funk Section-nya.

Terekam juga penampilan musisi jazz seperti Jance Manusama, Utha Likumahua, Mus Mualim, Rully Djohan, Karim, Ireng dan Kiboud Maulana, Margie Segers, Oele Pattiselano, Rien Djamain, Abadi Soesman, hingga Idang Rasjidi. Terbidik pula saat kelompok Bhaskara yang terlihat tengah berpamitan dengan Mbak Tutut di Jalan Cendana pada pertengahan era 1985-an sebelum kelompok yang berawak Udin Sjach, Bambang Nugroho, Luluk Purwanto, dan kawan-kawan itu tampil di North Sea Jazz Festival.

Tokoh-tokoh jazz seperti Jack Lesmana, Maryono, Embong Rahardjo, Udin Syach, Didi Chia, Nick Mamahit, Bill Saragih, Nunung Wardiman, Hendra Wijaya, Dullah, sampai Perry Pattiselano, yang semuanya telah tiada, pernah diabadikan Perry.

Dia terus mengabadikan peristiwa jazz hingga hari ini, termasuk hajatan JakJazz mulai dari yang pertama (1988) sampai Java Jazz terakhir (2008). Ia menyusup ke kantong aktivitas jazz yang tidak dilihat banyak orang, seperti ketika Jopie Item dan kawan-kawan tengah berlatih di sebuah studio di Perdatam, Jakarta Selatan.

Tak luput dari bidikan Perry adalah tokoh-tokoh yang berjasa di balik perkembangan dan perhelatan jazz di Indonesia, seperti Mas Yos, Indra Malaon, Mbak Tutut, Ireng Maulana, Daung MZ, Firman Subardjo, Peter F Gontha, sampai Paul Dankmeijer.

Perry juga telah banyak merekam gambar musisi jazz dunia, seperti Chick Corea, Lee Ritenour, John Pattituci, Herbie Hancock, Ron Carter, Tony Williams, sampai Oscar Count Basie, Miles Davis, Duke Ellington, Ella Fitzgerald, dan John Coltrane.

Memotret dan bergoyang

Bagi Perry, jazz dan fotografi adalah dua kenikmatan yang bisa dilakukan dalam waktu bersamaan. Menikmati jazz baginya tidak hanya dengan telinga, tetapi juga dengan mata. Jazz menyatu dengan estetika fotografi dalam satu aktivitas.

”Kalau you mau foto jazz, you mesti tahu lagunya, setidaknya mencoba belajar menikmati. Kalau bisa, you tahu komposernya. Kalau enggak, you enggak tahu keindahannya nanti di mana,” kata Perry, yang oleh kalangan fotografer biasa dipanggil Oom Perry.

Ia memberi contoh komposisi ”Little Bumpin” dari gitaris Lee Ritenour. Perry menangkap klimaks komposisi itu pada bar ketiga. Saat itu ia telah siap membidik Lee. Dia berusaha merekam momentum auditif itu secara visual. Itu bukan pekerjaan mudah karena ia harus menyesuaikan dengan tata cahaya di panggung. Untuk itu, ia perlu mencari posisi yang tepat.

”Semua bergantung pada lighting, dan itu susah diprediksi. Adakalanya kita dapat action musisi yang bagus, tetapi lighting-nya jelek, atau sebaliknya. Karena itu, dalam memotret jazz, seorang fotografer harus jeli sebab semua itu terjadi dalam hitungan detik. Itu tidak gampang,” katanya.

Untuk memburu momentum yang mungkin tak bisa terulang lagi, Perry yang menggunakan film seluloid bisa menghabiskan 10-15 rol film isi 36 eksposur dalam satu konser berdurasi sekitar 90 menit.

”Waktu konser George Benson di Gran Melia tahun lalu, saya habiskan 15 rol,” ujarnya.

Dengan kerja fotografer yang ribet seperti itu, Perry mengaku masih bisa menikmati jazz. Memang kenikmatannya ada dalam satu paket: jazz dan fotografi.

”Ada momentum di mana saya sepenuhnya menikmati jazz dan sama sekali tidak memotret. Ya, sekitar 20-30 detik sampai satu menitlah, sehabis itu foto lagi. Saya kan harus bergerak terus mencari angle yang tepat,” katanya.

Satu hal yang ia pegang teguh, unsur penikmatan jazz itu jangan sampai hilang. Jika tidak, keindahan jazz dalam fotografinya tidak akan muncul.

”Dalam konser jazz, walau sedang memotret, saya tetap bisa menghayati. Bahkan kalau yang dimainkan jazz swing, saya memotret sambil bergoyang he-he-he…,” katanya berseloroh.

Kamera analog

Sebagai fotografer profesional, dia juga menggeluti bidang fotografi yang lain, seperti potret, mode, industri, sampai pariwisata. Menanggapi perkembangan teknologi kamera yang semakin maju, Perry yang sampai detik ini masih menggunakan kamera analog lengkap dengan berbagai jenis film seluloidnya merasa tertantang dengan maraknya teknologi digital, termasuk mempersiapkan dana untuk investasinya.

”Sekarang saya baru belajar beralih ke digital. Rasanya tak ada hambatan, hanya saja, menurut saya, secara kualitas film belum tertandingi,” ujarnya.

Tetapi, bagi Perry, hasil sebuah foto tak ditentukan oleh kamera digital atau analog. Semua terpulang pada orang di belakang kamera. Ini terbukti dari hasil bidikannya ketika merekam penampilan Lionel Richie di JCC tahun 2007, serta aksi panggung Diana Ross di Hotel Ritz Carlton baru-baru ini.

Khusus untuk fotografi jazz, ada faktor plus lain yang mesti dikuasai fotografer, yaitu kecintaan atau setidaknya minat untuk mengapresiasi jazz sebagai materi dengaran.

Jazz bukanlah obyek yang mati, tetapi berbunyi.

Hobi yang Menurun

Kegemaran Perry terhadap fotografi jazz menurun dari ayahnya, Frans Paulus Pieter, yang berhobi melukis, bermain biola dan gitar. Perry yang tinggal di Belanda sejak 1951 hingga 1976 mulai memegang kamera sewaktu sekolah setingkat SMP di Woerden, Belanda. Kamera SLR Leica M2 merupakan kamera pertama yang ia pegang ketika menjadi fotografer profesional.

Ia pernah bekerja sebagai fotografer lepas untuk 4 surat kabar dan 5 majalah di Belanda, Jerman, dan Perancis, di antaranya Elsevier Weekblad, Panorama, de Telegraaf, Algemeen Dagblad, dan Muziek Express. Perry sering mendapat tugas meliput konser musik, antara lain memotret aksi the Beatles saat mengadakan konser di Amsterdam dan The Bee Gees di Den Haag. Ia juga dikirim ke berbagai perhelatan jazz, seperti festival jazz internasional di North Sea, Nice, sampai Montreux.

Tahun 1977, saat pulang ke Tanah Air, Perry memburu jazz sebagai obyek bidikan. (XAR)

Blog EntryMar 6, '09 5:43 AM
for everyone
GUNUNG SEMERU MELETUS...

http://www.metrotvnews.com/
 

Blog EntryMar 5, '09 2:01 AM
for everyone
DIJUAL!!!!

Tiket AA dari Padang ke Jakarta
Tanggal 19 Mei 2009, brangkat jam 17:45 - tiba jam 19:25
a/n Charlie Tendean/Pria, KTP Jakarta [fotocopy ada]

jadi kalo ada adek, kaka, pren, tetangge, dll yang mo brangkat dari padang ke jakarta kasih tau gue yah..08129555337

dijamin halal..*halah*



Blog EntryFeb 15, '09 11:00 PM
for everyone
Kehadiran rombongan di areal parkir Papandayan, disambut dengan angin dingin menyengat, segera suhu badan menyesuaikan dengan cuaca setempat.

Trekking di mulai, melewat kawah Gn. Papandayan ( http://en.wikipedia.org/wiki/Mount_Papandayan ) yang berbatuan serta bau belerang yang menyengat. Kamipun turun-naik bukit lagi yang terjal, kondisi jalan berbatuan [gravel] dengan sudut kemiringan 80 derajat. Selama trekking kita disuguhkan atraksi Motocross [this is for real] oleh warga lokal…gue rasa juara dunia juga gak bisa kalo lewat medan kayak ginian ( http://c10dean.multiply.com/video/item/282/JUARA_DUNIA_PUN_PASTI_GAK_MAMPU_LEWAT_JALUR_TREKK_MOTOCORSS_INI. ). Diantara para peserta sebanyak 50 orang itu terdapat Andrew perserta termuda 7 thn, dan perserta tertua yaitu Emak [Ibunda tercinta dari Boim dan Kisin; sayang gue lupa nanya umurnya….hehehe…mungkin sekitar 60-an thn].

Tiba di lokasi camping ground Pondok Salada, segera gue naikin tenda, bikin Italian Espresso and Pop Mie untuk ganjel lunch. Then, trip organizer kasih brieifing dikit untuk kita tanam pohon reboisasi…duh megap lagi neh napas gue…back-trekk lumayan 500 meter berasa pegelnya…Back to tenda…bikin kopi lageh…bikin sop-sopan…Mr Celupsss….

Time is stop in here…

Nungguin waktu berlalu, rasanya lama banget….akhirnya gue masak lagi…gue bikin sarden yang kebanyakan cabe rawitnya….maap yah Yo…hehehe..kebanyakan ranjau….
Masih lama juga tuh waktu berjalan…apalagi hujan kabut mulai turun….gue and 3 of us…nothing to do…plus diluar mulai udara dingin menyerang….

Sue mulai jadi kepompong….padahal itu baru jam 6 sore…and akhirnya kita ber3 benar2 jadi kepompong…..hahaha…persahabatan dalam kepompong, jadi pingin nyanyi…

Jam 1 malem gue terbangun karena pingin pipis…. keluar ajah males, karena liat cuaca yang sangat tidak bersahabat….kabut tebal, angin menusuk tulang, hujan deras….[seorang rekan kasih info ke gue kalo jam segitu suhu luar adalah 4 derajat Celcius…..OMG…dingin banget…
Dari kejauhan gue denger perkampungan tenda kita kedatangan romobongan tamu, eeehhh…gak tau Kang Uwak [c/p di Gn Manglayang] dan rombongan dari Bandung tiba….

Di dalam tenda jam 2 malem do nothing lagi gue bengong sendirian…gak bisa tidur [‘coz body hour is stopping my sleeps to keep me awake]….duh ngapain yah…..”Yo, mau teh jahe….” Tiba2 Yoyok terbangun mungkin karena gue agak brisik lagi masak air panas….;”Ya gue mau….brrrhhhh, dingin banget yah….!!! Berkali-kali perkampungan tenda kami diserang badai angin hujan…rasanya tenda2 itu dah mo terbang….alhamdulilah, tenda gue cukup kokoh. Setelah suhu bangun mulai hangat lagi…Gue and Yoyok pun masuk ke dalam sleeping bag lagi….

Paginya, rasanya mata koq dah mesti terbuka, tapi kenapa badan rasanya masih mo tidur lagi…..wah ternyata diluar masih hujan kabut dan berangin….gue berpikir: Daripada badan pada kaku akhirnya gue keluar ditengah-tengah hujan rintik dan dingin yang menyengat untuk buka pintu2 sambil dijadiin flysheet supaya bisa masak lagi…gue heran disini gue jadi jagoan masak buat semua orang..hehehe, daripada kedinginan khan deket kompor anget….:-). Jadilah, nasi liwet...hehehe lagi itu juga diajarin Sentot…[ma kasih Tot], kornet dengan mentega juga boleh minta tetangga sebelah [Vera ma kasih], plus roti….,..plus italian espresso andalan itu…

Sebelum tenda dibongkar gue masih sempet bikin sop susis lagi, lumayan buat ngangetin badan kita ber-3 plus Heny, Dadang, Riesza, dll…..oooopppwsss….hujan deras lagi, and badai….berhubung emang dah jadwal kita untuk packing, maka ditengah hujan deraspun gue ngerubuhin tenda and packing all the stuff…jadilah semua barang2 dalam keadaan basah kuyup, dan pagi ini di rumah gue harus jemur2 dan cuci-cuci…untuk ada mesin cuci, that safe my time.

Perjalanan pulang harus kita lalui trekk yang sama medan yang sama, dengan sudut kemiringan 80 derajat kami turun dengan perlahan-lahan. Di jalur ini kami ketemu dengan 2 orang turis asing [expatriate] yang mencoba naik. Yang lucunya, salah satu orang bule itu berbobot badan lebih dari 200 kg…hahaha…gue mo ketawa…and mereka bisa lo naek sampe keatas…gue rasa amaze dengan orang ini…

“Charlie tolongin!!!! Tiba2 Sue terpeleset dibatu dan hampir terseret air sungai cukup deras yang berwarna putih susu.

Setengah jam kemudian gue sampe di pelataran parker papandayan lagi…and kita siap2 untuk pulang ke Jakarta lagi dengan membawa sejuta pengalaman menarik…

cya next trip…

thanks to Bongkeng, Ori & trip organizer yang lain…

Blog EntryJan 5, '09 1:37 PM
for everyone
Buat semua temen MPers....

SELAMAT TAON BARU 2009

better late than never....baru ketemu kompi neh...

Blog EntryNov 28, '08 3:43 AM
for everyone
BERIKUT CHATTING GUE SIANG INI DENGAN SEORANG REKAN, SEMOGA BERGUNA.

teddy prudential: siang pak charlie
teddy prudential: fotonya bagus, pakai efek lampu ya pak charlie?
Charlie: hi teddy...
teddy prudential: yes pak CT
Charlie: fotonya di proses aja pake microsoft picture viewer
teddy prudential: oohhh begitu
teddy prudential: kirain ada lampu khusus
Charlie: gimana dunia persilatan $?
Charlie: tiap hari naek terus euy
teddy prudential: yes soalnya pemerintah sini aneh,
teddy prudential: poundsterling 1 minggu terakhir ini menguat terhadap dollar, karena pemerintahnya bikin kebijakan moneternya bagus,
teddy prudential: 1. bikin stimulus fiskal,
teddy prudential: 2. bikin penurunan pajak,
teddy prudential: 3. penurunan suku bunga,
teddy prudential: 4. menaikkan jaminan untuk pensiun dan anak2
teddy prudential: kalo di di indo:
teddy prudential: 1. pengetatan aturan pembelian valas,
teddy prudential: 2. menaikkan suku bunga
teddy prudential: 3. menaikkan jaminan simpanan sampai 2M
Charlie: itu keknya emang yang hrs pemerintah jalanin yah..
teddy prudential: mestinya, makanya Bank2 di indo sekarang lagi naikkin bunga properti sampai 50%
teddy prudential: wuuiiihh, gimana yang kredit ga kecekek
teddy prudential: properti lagi down banget sekarang pak charlie
teddy prudential: perkiraan saya dollar bisa sampai 13500 (50 % dari 9000an)
Charlie: ogitu yah....gue kira bisnis properti gak kena imbasnya..
Charlie: abis gue liat banyak properti yang masih membangun tuh.
teddy prudential: banyak masalah sekarang pak charlie,
teddy prudential: temen saya ambil rumah, sertifkatnya ga keluar2, eh sekarang baru akad kredit udah pake bunga baru dan hanya fixed 1 tahun
teddy prudential: kalo dulu kan bunga masih bisa 9.9% dan fixed 3 tahun, sekarang bisa 15% dan hanya fixed 1 tahun, tahun depan revisi lagi.
teddy prudential: itu cuma beda 9 bulan yang lalu
Charlie: tapi koq...banyak orang2 gak sadar masalah ini yah...ato emang orang2 juga dah imun ngadepin situasi sperti ini...
Charlie: gak seprti thn 98 yang semua orang kek kebakaran jenggot begitu $ mentok 10000
teddy prudential: sepertinya gitu pak charlie,
teddy prudential: habis tahun2 sebelumnya juga begitu khan
teddy prudential: sekarang orang udah bayar DP, masa ga jadi ambil kredit?
teddy prudential: hilang donk duitnya, mana ada yang mau. terpakssa dilanjutin walaupun bunga tinggi
Charlie: hehehhe....kepaksa yah...seruw juga tuh...
Charlie: gue tiap2 ngeliatin $ naek terus jadi ngeri nih...
Charlie: bisa sampe kapan yah??? kira2 sampa awal tahun akan ada trend turun gak yah??
teddy prudential: Saya rasa belum selama pemerintah masih blm kasih program yang bagus.
Charlie: hiksss.....
Charlie: proyek gue bakalan ke tunda dong...
Charlie: banyak belanjanya pake $ neh..
teddy prudential: Mendingan dikaji ulang kontraknya pak charlie, pakai sistem kontrak, jadi kan harganya udah fixed?
Charlie: maksudnya untuk pembelian barang gtuh??
teddy prudential: ga bisa yah pak charlie?
Charlie: iya maksudnya untuk pembelian barang?
teddy prudential: iya
Charlie: hmmmm.....bisa aja. maslahnya adalah gue masih tgg perubahan positif di bulan januari 2009, karena kalo liat $ yang tinggi sekarang justru gue nahan purchasing.
Charlie: kalo liat tend naek terus sampE awal januari 2009...kira2 $ akan menjadi brp yah?
teddy prudential: ya itu tadi kira2 13500an bisa pak charlie
teddy prudential: kemarin udah lita websitenya bi?
teddy prudential: di koran juga ditulis, pemerintah rugi akibat transaksi valas berapa duit tuh,
teddy prudential: ya itu buat penyeimbang rupiah
teddy prudential: untuk transaksi di oktober aja, pemerintah udah ilang sekaitar $7M
Charlie: makanya...selisih fluktuasi $ sejak gjolah sudah hampir 4000 point ini, padahal ini baru 2 bulan loh..
teddy prudential: ga ampe setahun udah abis devisa negara ya pak charlie
Charlie: iya....capek dong pemerintah ngumpul duit devisa hanya untuk bayarin selsih loss yang bukan akibat tindakan sendiri gituh..
teddy prudential: begitulah kenyataannya
teddy prudential: setiap ada gejolak mata uang selalu yang terjadi seperti ini:
Charlie: jadi percuma juga gue bayarin pajak dan profit hasil ekspor jadi angus....
Charlie: apalagi dep. pajak sekarang lagi gencar2nya untuk majakin orng INdonesia......
Charlie: keknya Dept. Pajak salah momentum yah..
teddy prudential: 1. Pemerintah bilang tidak ada yang perlu dikhawatirkan, fundamental keuangan kuat, tidak perlu memburu dollar secara berlebihan
teddy prudential: 2. Pemerintah menghimbau agar masyarakat Indonesia tenang dan pegang rupiah
Charlie: trus???
teddy prudential: 3. Pemerintah bikin peraturan yang baru mengenai transaksi valas. (sekarang untuk pembelian diatas 100rb US perlu ada dokumen keperluannya apa?)
Charlie: gimana bisa tenang kalo para pengusaha yang tiap hari mlototin $
teddy prudential: 4. Pemerintah mengawasi transkaksi valas bank2 asing
Charlie: duhhh....pusiiiiiiiiiiiinnnnngggggggggggggg.................
teddy prudential: 5. BI intervensi pasar, yang menyebabkan devisa negara amblas.
teddy prudential: saya ada belajar investasi di amerika yang punya return lumayan, tapi belakangan citi kan masih goyang jadi saya belum berani taruh uang disana. soalnya kita mesti pakai banknya citibank.
teddy prudential: Nanti deh kalau ada hasilnya baru saya share ke bapak,
teddy prudential: jadi ga bikin pusing kepala dengan pemerintah sini
teddy prudential: Saya permisi pergi dulu ya pak charlie,
teddy prudential: sukses selalu buat projectnya, pasti ada jalannya pak Charlie
Charlie: tedi ma kasih yah....
Charlie: sukses...
teddy prudential has signed out. (11/28/2008 3:37 PM)

Blog EntryJul 31, '08 12:15 PM
for everyone
To bad....since yesterday evening my laptop is broken, she is not working really well......

Everytime I switch on, she's always HYBERNATE before entering the system....
Is anyone knows, what is going on with my device?


jadi sekarang gue ngewarnet dowlow.....

Yuk...kita sama-sama mendaftarkan diri untuk menyampaikan petisi ke pemerintah Indonesia untuk menghentikan tindakan pembodohan Masyarakat Indonesia dengan bergabung di http://www.petitiononline.com/mod_perl/petition-sign.cgi?jkt9408

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Friends, I invite you to registere yourself to support a petition for Indonesian Government in stop pressures Indonesian People for being uneducated by joining the following site http://www.petitiononline.com/mod_perl/petition-sign.cgi?jkt9408


Gak bisa chatting karena jauh dari komputer?

Pingin update berita2 terkini dari temen se komunitas.

Males bawa laptop/note book yang berat and kebesaran…gak handy gituh

 

Nah, sekarang coba produk terbaru yang satu ini deh…

Dijamin gak ribet bawanya alias ringan cuma 0,9kg dan kecil banget cuma sebesar buku dengan layar display cuma 17cm, it’s so handy.....

 

Dengan kapasitas memori 512Mb dan HD 4Gb, elo bisa up/down load image maupun music kapan aja kita mau…Dapet bonus webcam, jadi bisa chattingnya liat-liatan hehehehe…

 

Overview product & Specification, dan lain-lain bisa dilihat disini http://id.asus.com/products.aspx?l1=24

 

Harga Cuma Rp. 4.7jt - tunai [dibawah harga pasaran], warna Black & White

Yang berminat bisa hubungi 0812 955 5337 or 021 9290 5337, persedian terbatas.


Blog EntryJan 25, '08 5:00 AM
for everyone

If You Wanna Make The World

A Better Place
Take A Look At Yourself, And Then

Make A Change

 

By Jacko ‘Man On The Mirror’


Blog EntryJan 14, '08 11:57 PM
for everyone
bantu forward yah.....TOLONG DI RANTAIKAN... dicari golong darah AB, dan bersedia membantu seorang sahabat: dian_USD , ekonomi 06 kanker otak stadium 4. Hubungi Ketut (0818041674 97). Tolong disebarkan... Thanks before ... cuma copy paste doank udah ngebantu orang lagi

Blog EntryJan 14, '08 1:19 AM
for everyone
Prens,
masih ingat sama Anthony Bakhtiar khan???
Ya, dia adalah salah satu pembicara handal yang presentasi 'Travel Photography & Pocket Camera' waktu acara KELANA NUSANTARA yang lalu bulan Nopember 2007.
 
Nah, buat elo elo yang minat fotografi karena:
- pingin belajar fotografi supaya bisa buat foto foto yang bagus
- Sempet kepikiran mau punya usaha sampingan foto studio
- Mau menjadi fotografer profesional atau komersil
- Tuntutan kerja kantor harus bisa buat foto yang baik,
- Punya putra putri yang cantik/gagah dan dan ingin membuat foto mereka dengan bagus.

Maka gue ngundang teman teman nih...untuk belajar fotografi dan nyoba-nyoba jadi komersil di bidang fotografi bersama pakarnya langsung yaitu ANTHONY BAKHTIAR.

Tersedia KELAS REGULER
Total pertemuan adalah 6X pertemuan mulai Jam: 18.30 sampai selesai + 2 kali hunting( bisa sabtu atau minggu). Kelas dimulai sore hari Selasa dan Rabu atau Rabu dan Jumat

Ada juga tersedia KELAS WORSHOP (Bagi mereka yang sibuk dan waktunya sempit)
Total pertemuan hanya 3 kali kelas dan 1 x hunting (biasanya mulai 18.30 sampai selesai dan hunting dicari 1 x minggu atau sabtu)

Materi yang akan diberikan adalah:
1. Basic fotografi
2. Bagaimana membuat foto yg bercerita
3. Bagaimana memasarkan atau menjual foto
4. Teknik2 yg biasanya tidak diajarkan di dalam buku fotografi.

Fasilitas & Manfaat:
Ruang belajar Studio ukuran 4,5 x 8 meter atau 3 x 6 meter, Sertifikat/Diploma, Makan Malam & Minum. Tentunya manfaat akan didapat lebih banyak; Hasil jepretan anda akan lebih bagus dari sebelumnya serta kemampuan teknik fotografi anda pun meningkat.

Track Record seorang Anthony Bakhtiar
Sebagai seorang praktisi fotografi dia sering diminta untuk mengajar atau menjadi dosen tamu atau menjadi pembicara seminar. Adapun pengalaman tersebut antara lain di:

- Universitas Indonesia, D3 Komunikasi Jurusan Periklanan mengajar Photography untuk Iklan
- Sekolah tinggi Ilmu Komunikasi Jurusan Periklanan mengajar Photography Dasar untuk Periklanan dan Photography Iklan
- Kursus Photography tingkat Dasar di Inter Studi.
- Pembicara pada Seminar Fotografi di beberapa Lembaga, Komunitas, Universitas, Forum Kedokteran Gigi, dll.

Link tentang kursus bisa dilihat di:
http://loneknight.multiply.com/photos/album/40/SERTIFIKASI_FOTOGRAFER_DIPLOMA_FOTOGRAFI

Biaya kursus:
Reguler
Private Perorangan Rp1.500.000.-/orang
Private Mahasiswa Rp1.250.000.-/orang
Group (min 4 orang) bebas boleh mahasiswa atau perorangan) biaya hanya Rp1.000.000.-/orang

Workshop
Private Perorangan Rp1.000.000.-/orang
Private Mahasiswa Rp750.000.-/orang
Group (min 4 orang) bebas boleh mahasiswa atau perorangan) biaya hanya Rp450.000.-/orang

Apabila anda adalah perorangan atau mahasiswa yang belum mempunyai group, silakan kirimkan data anda nanti saya gabungkan dengan yang lain sehingga terbentuk group sehingga anda tidak perlu membayar secara private tetapi mendapatkan harga group.

Untuk informasi dan pandaftaran silakan hubungi:
Charlie Tendean
Phone: 0812 9555 337
Alamat tempat kursus:
Jalan Diponegoro No. 72 Menteng. Jakarta Pusat.
(Sebelah Kedutaan besar Srilangka dan dekat dengan bioskop Metropole 21)
email:
c10dean_juga@yahoo.com

Pembayaran dapat ditransfer ke Rek BCA No 031-132-8863 a/n Anthony Bachtiar atau Rek BCA No. 458-019-9777 a/n Charles JF. Tendean , serta memberikan konfirmasi pembayaran ke nomer telpon diatas.

Blog EntryDec 2, '07 9:07 PM
for everyone
Residen Thomas Parr (1705-1707) adalah penguasa Inggris kelima puluh satu yang diangkat pemerintah Inggris,  Parr sampai di Bengkulu tanggal 27 September 1805, menggantikan Walter Ewer. Thomas Parr dikenal sebagai penguasa Inggris yang angkuh dan ganas, dia adalah orang pertama yang memperkenalkan tanaman kopi dengan tanaman paksa di Bengkulu. 

Kekejaman dan keangkuhan Thomas Parr tidak saja dirasakan oleh penduduk pribumi tapi juga oleh orang-orang Bugis yang bekerja pada kompeni Inggris, bahkan juga dirasakan oleh pejabat Inggris lainnya. Parr juga dianggap terlalu jauh melangkah  mencampuri urusan kepemimpinan tradisional dan adat masyarakat Bengkulu, seperti membuat pertentangan antara rakyat dengan pangeran Sungai Hitam serta peradilan.

Puncak dari kebencian rakyat Bengkulu akhirnya tidak terbendung lagi pada malam  23 Desember 1807, Thomas Parr yang berada di rumah peristirahatannya Mount Felix tiga mil arah Selatan Marlborough dihabisi masa rakyat dibawah pimpinan Depati Sukarami, Depati Pagar Dewa dan Depati Lagan. Kesaksian dari  isteri Parr menyebutkan tiga orang yang masuk kerumah membunuh Parr,  asistennya Charles Murray yang berusaha melindungi majikannya terluka dan akhirnya meninggal, sementara dia sendiri hanya terluka.  Dari kesaksian isteri Parr jelaslah bahwa tujuan penyerang hanyalah Thomas Parr.

Sebagai pembalasan Inggris bertindak keji dan membabi buta, menghancurkan dusun-dusun di Sukarami, Pagar Dewa dan Lagan tanpa prikemanusiaan, bukan saja penduduk yang menjadi sasaran hewan ternakpun tidak luput dari amukan tentara Inggris yang kehilangan kendali.

Pada tahun 1808 Inggris mendirikan Monumen untuk memperingati Thomas Parr yang terletak 100 meter dari Benteng Marlborough, dalam pembangunannya rakyat dipaksa dengan kekerasan  agar pembangunannya dapat selesai dalam waktu yang telah ditentukan. Luas bangunan tugu ini seluas 70 meter persegi, tinggi 13,5 meter persis di depan kantor Pos Bengkulu.  Monumen ini oleh rakyat Bengkulu disebut dengan Kuburan Bulek . Inggris mendirikan monument ini sebagai penghargaan dan penghormatan terhadap Thomas Parr sementara bagi rakyat Bengkulu ditafsirkan sebagai penghargaan terhadap para pejuang tak dikenal yang telah mati dalam  mempertahankan hak dan kemerdekaaan tanah leluhurnya dari penindasan kolonial Inggris. Kuburan Bulek ini juga merupakan simpul persatuan rakyat Bengkulu dalam melakukan protes dan air mata darah orang Bengkulu yang telah ditumpah paksakan oleh kesemenaan Inggris, juga merupakan tonggak sejarah yang mengandung nilai historis yang tidak ternilai bagi generasi sekarang.

Makam Thomas dan para asistennya
di semayamkan di dalam
Benteng Marlborough, yang katanya memang di pindahkan dari tempat asal mulanya untuk menghindari amarah rakyat Bengkulu saat itu yang membongkar makam tersebut

Blog EntryNov 15, '07 11:15 PM
for everyone

Nature Trekker Indonesia mempersembahkan acara Kelana Nusantara 2007 untuk para traveler dan penggiat kegiatan alam bebas..

 

-D-I- -M-A-N-A-

http://infoklanus.multiply.com/photos/album/1/Denah_Cafe_Omah_sendok

Café Omah Sendok

Jl. Empu Sendok 45, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

 

 

-K-A-P-A-N-

Sabtu – Minggu, 17 – 18 November 2007

10.00 – 21.00 WIB

 

 

- ADA – ACARA – APA – AJA – SIH –

selanjutnya lihat disin-         http://infoklanus.multiply.com/journal/item/3/Kenapa_Harus_ke_Kelana_Nusantara_2007_

-          


Blog EntrySep 14, '07 2:10 AM
for everyone
.. SAHABAT..
 
Kepada sahabatku yang telah menikah:
Cinta itu...
bukan tentang "Itu adalah salahmu", tetapi tentang "Maafkan aku",
bukan tentang "Di mana saja kau?, tetapi tentang "Aku di sisimu",
bukan tentang "Bagaimana kau tega berbuat demikian?", tapi tentang "Dapat kumengerti tindakanmu",
bukan tentang "Coba saja kau di sini", tapi tentang "Aku bersyukur kau di sini"
 
Kepada sahabatku yang telah bertunangan:
Ukuran kecocokan bukanlah banyaknya tahun yang telah kau lewati bersama,
tetapi adalah sebaik apa kau di mata kekasihmu
 
Kepada sahabatku yang masih membujang:
Cinta bukanlah tentang menjadi seorang yang sempurna bagi orang lain, tetapi tentang menemukan seseorang yang dapat membantumu menjadi manusia paling baik sesuai kemampuanmu.
 
Kepada sahabatku yang belum berpengalaman:
Boleh tersandung tapi jangan jatuh
Boleh konsisten tapi jangan keras kepala
Berbagilah dan jangan tidak fair
Cobalah memahami jangan menuntut
Boleh terluka tapi jangan kau simpan pedihnya
 
Kepada sahabatku yang sedang mencari pasangan hidup:
Cinta sejati tak dapat ditemukan di tempat yang ia memang tidak ada, 
dan tak bisa disembunyikan di tempat yang ia memang ada..
 
Cinta mempunyai kekuatan gaib..
Semakin kau sembunyikan, semakin tampak..
Semakin kau tekan, semakin tumbuh..
 
Jangan berkata: "Aku cinta kau", bila kau tak menaruh hati kepadanya..
Jangan bicara tentang suatu perasaan, bila perasaan itu tak ada..
Jangan kau masuk dalam kehidupannya, bila kau bermaksud mematahkan hatinya..
Jangan menatap matanya, bila kau berbohong..
 
Perbuatan paling kejam yang dapat dilakukan seseorang terhadap lawan jenisnya adalah membuatnya "jatuh" cinta tapi tidak membangkitkannya setelah "jatuh".
 
Kepada sahabatku yang possessive:
Sungguh menyakitkan melihat orang yang kau kasihi mencintai orang lain,
tapi lebih menyakitkan mengetahui orang yang kau cintai tidak bahagia bersamamu.
 
Kepada sahabatku yang takut mengaku:
Cinta meyakitkan bila kau berpisah dengan seseorang,
tapi lebih menyakitkan lagi bila orang yang kau cinta tak mengerti sama sekali perasaanmu.
Cinta dapat membuatmu bahagia, tapi seringkali menyakitkan,
tapi cinta menjadi isimewa bila kau berikan kepada yang memang pantas menerimanya.
 
Karena itu, Pilihlah yang paling baik.
 
(Unknown Author)

Mengenal Kalender Hijriah (Bagian pertama dari dua tulisan)

Oleh IRFAN ANSHORY

Sampai awal abad ke-20 kalender Hijriah masih dipakai oleh kerajaan-kerajaan di Nusantara. Bahkan raja Karangasem, Ratu Agung Ngurah yang beragama Hindu, dalam surat-suratnya kepada Gubernur Jenderal Hindia Belanda Otto van Rees yang beragama Nasrani, masih menggunakan tarikh 1313 Hijriyah (1894 Masehi). Kalender Masehi baru secara resmi dipakai di seluruh Indonesia mulai tahun 1910 dengan berlakunya Wet op het Nederlandsch Onderdaanschap, hukum yang menyeragamkan seluruh rakyat Hindia Belanda.

Jenis kalender
Ada tiga jenis kalender yang dipakai umat manusia penghuni planet ini:
Pertama, kalender solar (syamsiyah, berdasarkan matahari), yang waktu satu tahunnya adalah lamanya bumi mengelilingi matahari yaitu 365 hari 5 jam 48 menit 46 detik atau 365,2422 hari.

Kedua, kalender lunar (qamariyah, berdasarkan bulan), yang waktu satu tahunnya adalah dua belas kali lamanya bulan mengelilingi bumi, yaitu29 hari 12 jam 44 menit 3 detik (29,5306 hari = 1 bulan) dikalikan dua belas, menjadi 354 hari 8 jam 48 menit 34 detik atau 354,3672 hari.

Ketiga, kalender lunisolar, yaitu kalender lunar yang disesuaikan dengan matahari. Olehkarena kalender lunar dalam setahun 11 hari lebih cepat dari kalender solar, maka kalender lunisolar memiliki bulan interkalasi (bulan tambahan, bulan ke-13) setiap tiga tahun, agar kembali sesuai dengan perjalanan matahari.

Kalender Masehi, Iran, dan Jepang merupakan kalender solar, sedangkan kalender Hijriah dan Jawa merupakan kalender lunar. Adapun contoh kalender lunisolar adalah kalender Imlek, Saka, Buddha, dan Yahudi. Semua kalender tidak ada yang sempurna, sebab jumlah hari dalam setahun tidak bulat. Untuk memperkecil kesalahan, harus ada tahun-tahun tertentu menurut perjanjian yang dibuat sehari lebih panjang (tahun kabisat atau leap year).

Pada kalender solar, pergantian hari berlangsung tengah malam (midnight) dan awal setiap bulan (tanggal satu) tidak tergantung pada posisi bulan. Adapun pada kalender lunar dan lunisolar pergantian hari terjadi ketika matahari terbenam (sunset) dan awal setiap bulan adalah saat konjungsi (Imlek, Saka, dan Buddha) atau saat munculnya hilal (Hijriah, Jawa, dan Yahudi). Oleh karena awal bulan kalender Imlek dan Saka adalah akhir bulan kalender Hijriah, tanggal kalender Imlek dan Saka umumnya sehari lebih dahulu dari tanggal kalender Hijriah.

Arab Pra-Islam
Sebelum kedatangan agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad saw, masyarakat Arab memakai kalender lunisolar, yaitu kalender lunar yang disesuaikan dengan matahari. Tahun baru (Ra's as-Sanah = "Kepala Tahun") selalu berlangsung setelah berakhirnya musim panas sekitar September. Bulan pertama dinamai Muharram, sebab pada bulan itu semua suku atau kabilah di Semenanjung Arabia sepakat untuk mengharamkan peperangan. Pada bulan Oktober daun-daun menguning sehingga bulan itu dinamai Shafar ("kuning"). Bulan November dan Desember pada musim gugur (rabi`) berturut-turut dinamai Rabi`ul-Awwal dan Rabi`ul-Akhir. Januari dan Februari adalah musim dingin (jumad atau "beku") sehingga dinamai Jumadil-Awwal dan Jumadil-Akhir. Kemudian salju mencair (Rajab) pada bulan Maret.

Bulan April di musim semi merupakan bulan Sya'ban (syi'b = lembah), saat turun ke lembah-lembah untuk mengolah lahan pertanian atau menggembala ternak. Pada bulan Mei suhu mulai membakar kulit, lalu suhu meningkat pada bulan Juni. Itulah bulan Ramadan("pembakaran") dan Syawwal ("peningkatan"). Bulan Juli merupakan puncak musim panas yang membuat orang lebih senang istirahat duduk di rumah daripada bepergian, sehingga bulan ini dinamai Dzul-Qa`dah (qa`id = duduk). Akhirnya, Agustus dinamai Dzul-Hijjah, sebab pada bulan itu masyarakat Arab menunaikan ibadah haji ajaran nenek moyang mereka, Nabi Ibrahim a.s.

Setiap bulan diawali saat munculnya hilal, berselang-seling 30 atau 29 hari, sehingga 354 hari setahun, 11 hari lebih cepat dari kalender solar yang setahunnya 365 hari. Agar kembali sesuai dengan perjalanan matahari dan agar tahun baru selalu jatuh pada awal musim gugur, maka dalam setiap periode 19 tahun ada tujuh buah tahun yang jumlah bulannya 13 (satu tahunnya 384 hari). Bulan interkalasi atau bulan ekstra ini disebut nasi' yang ditambahkan pada akhir tahun sesudah Dzul-Hijjah.

Ternyata tidak semua kabilah di Semenanjung Arabia sepakat mengenai tahun-tahun mana saja yang mempunyai bulan nasi'. Masing-masing kabilah seenaknya menentukan bahwa tahun yang satu 13 bulan dan tahun yang lain cuma 12 bulan. Lebih celaka lagi jika suatu kaum memerangi kaum lainnya pada bulan Muharram (bulan terlarang untuk berperang)dengan alasan perang itu masih dalam bulan nasi', belum masuk Muharram, menurut kalender mereka. Akibatnya, masalah bulan interkalasi ini banyak menimbulkan permusuhan di kalangan masyarakat Arab.

Pemurnian kalender "lunar"
Setelah masyarakat Arab memeluk agama Islam dan bersatu di bawah pimpinan Nabi Muhammad s.a.w., maka turunlah perintah Allah SWT agar umat Islam memakai kalender lunar yang murni dengan menghilangkan bulan nasi'. Hal ini tercantum dalam kitab suci Alqur'an Surat at-Taubah ayat 36 dan 37.Dengan turunnya wahyu Allah di atas, Nabi Muhammad saw mengeluarkan dekrit bahwa kalender Islam tidak lagi bergantung kepada perjalanan matahari. Meskipun nama-nama bulan dari Muharam sampai Dzul-Hijjah tetap digunakan karena sudah populer pemakaiannya, bulan-bulan tersebut bergeser setiap tahun dari musim ke musim, sehingga Ramadan ("pembakaran") tidak selalu pada musim panas dan Jumadil-Awwal ("beku pertama") tidak selalu pada musim dingin.

Mengapa harus kalender lunar murni? Hal ini disebabkan agama Islam bukanlah hanya untuk masyarakat Arab di Timur Tengah saja, melainkan untuk seluruh umat manusia di berbagai penjuru bumi yang letak geografis dan musimnya berbeda-beda. Sangatlah tidak adil jika misalnya Ramadan (bulan menunaikan ibadah puasa) ditetapkan menurut sistem kalender solar atau lunisolar, sebab hal ini mengakibatkan masyarakat Islam di suatu kawasan berpuasa selalu di musim panas atau selalu di musim dingin. Sebaliknya, dengan memakai kalender lunar yang murni, masyarakat Kazakhstan atau umat Islam di London berpuasa 18 jam di musim panas, tetapi berbuka puasa pukul empat sore di musim dingin. Umat Islam yang menunaikan ibadah haji pada suatu saat merasakan teriknya matahari Arafah di musim panas, dan pada saat yang lain merasakan sejuknya udara Mekah di musim dingin.

Perhitungan Tahun Hijriah
Pada masa Nabi Muhammad saw penyebutan tahun berdasarkan suatu peristiwa yang dianggap penting pada tahun tersebut. Misalnya, Nabi Muhammad saw lahir tanggal 12 Rabi`ul-Awwal Tahun Gajah ('Am al-Fil), sebab pada tahun tersebut pasukan bergajah, raja Abrahah dari Yaman berniat menyerang Ka'bah.

Ketika Nabi Muhammad saw wafat tahun 632, kekuasaan Islam baru meliputi Semenanjung Arabia. Tetapi pada masa Khalifah Umar ibn Khattab (634-644) kekuasaan Islam meluas dari Mesir sampai Persia. Pada tahun 638, Gubernur Irak Abu Musa al-Asy`ari berkirim surat kepada Khalifah Umar di Madinah, yang isinya antara lain: "Surat-surat kita memiliki tanggal dan bulan, tetapi tidak berangka tahun. Sudah saatnya umat Islam membuat tarikh sendiri dalam perhitungan tahun."

Khalifah Umar ibn Khattab menyetujui usul gubernurnya ini. Terbentuklah panitia yang diketuai Khalifah Umar sendiri dengan anggota enam Sahabat Nabi terkemuka, yaitu Utsman ibn Affan, Ali ibn Abi Talib, Abdurrahman ibn Auf, Sa`ad ibn Abi Waqqas, Talhah ibn Ubaidillah, dan Zubair ibn Awwam. Mereka bermusyawarah untuk menentukan Tahun Satu dari kalender yang selama ini digunakan tanpa angka tahun. Ada yang mengusulkan perhitungan dari tahun kelahiran Nabi ('Am al-Fil, 571 M), dan ada pula yang mengusulkan tahun turunnya wahyu Allah yang pertama ('Am al-Bi'tsah, 610 M). Tetapi akhirnya yang disepakati panitia adalah usul dari Ali ibn Abi Talib, yaitu tahun berhijrahnya kaum Muslimin dari Mekah ke Madinah ('Am al-Hijrah, 622M).

Ali ibn Abi Talib mengemukakan tiga argumentasi. Pertama, dalam Alquran sangat banyak penghargaan Allah bagi orang-orang yang berhijrah (al-ladzina hajaru). Kedua, masyarakat Islam yang berdaulat dan mandiri baru terwujud setelah hijrah ke Madinah. Ketiga, umat Islam sepanjang zaman diharapkan selalu memiliki semangat hijriah, yaitu jiwa dinamis yang tidak terpaku pada suatu keadaan dan ingin berhijrah kepada kondisi yang lebih baik.

Maka Khalifah Umar ibn Khattab mengeluarkan keputusan bahwa tahun hijrah Nabi adalah Tahun Satu, dan sejak saat itu kalender umat Islam disebut Tarikh Hijriah. Tanggal 1 Muharram 1 Hijriah bertepatan dengan 16 Tammuz 622 Rumi (16 Juli 622 Masehi). Tahun keluarnya keputusan Khalifah itu (638 M) langsung ditetapkan sebagai tahun 17 Hijriyah. Dokumen tertulis bertarikh Hijriah yang paling awal (mencantumkan Sanah 17 = Tahun 17) adalah Maklumat Keamanan dan Kebebasan Beragama dari Khalifah Umar ibn Khattab kepada seluruh penduduk Kota Aelia (Jerusalem) yang baru saja dibebaskan laskar Islam dari penjajahan Romawi.

Sistem Kalender Hijriah
Dari Muharram sampai Dzulhijjah, setiap bulan 30 atau 29 hari sehingga 354 hari setahun. Dalam setiap siklus 30 tahun, 11 tahun adalah kabisat (Dzul-Hijjah dijadikan 30 hari), yaitu tahun-tahun ke-2, 5, 7, 10, 13, 16, 18, 21, 24, 26 dan 29. Pada tanggal 31 Januari 2006, kita memulai tahun baru 1 Muharram 1427 Hijriyah, tahun ke-17 dalam siklus 1411-1440.

Oleh karena peredaran bulan adalah sesuatu yang eksak, maka awal puasa dan Idulfitri pada masa mendatang sudah dapat kita hitung secara ilmiah! Kita akan memulai ibadah puasa Ramadan tanggal 24 September 2006 dan merayakan Idulfitri tanggal 23 Oktober 2006. Selanjutnya kita akan berpuasa Ramadan lagi mulai tanggal 13 September 2007, lalu berlebaran pada tanggal 13 Oktober 2007.

Setiap 32 atau 33 tahun, dalam satu tahun Masehi terjadi dua kali Idulfitri (awal Januari dan akhir Desember) seperti pada tahun 2000 yang lalu. Idulfitri berdekatan dengan Tahun Baru Masehi. Fenomena ini pernah terjadi pada tahun 1870, 1903, 1935, 1968, dan akan berlangsung lagi tahun 2033, 2065, 2098, 2130, dan seterusnya.

Konversi tahun Hijriyah ke tahun Masehi atau sebaliknya dapat dilakukan dengan memakai rumus:

M = 32/33 H + 622
H = 33/32 ( M - 622 )

Kalender Hijriah setiap tahun 11 hari lebih cepat dari kalender Masehi, sehingga selisih angka tahun dari kedua kalender ini lambat laun makin mengecil. Angka tahun Hijriah pelan-pelan 'mengejar' angka tahun Masehi, dan menurut rumus di atas keduanya akan bertemu pada tahun 20526 Masehi yang bertepatan dengan tahun 20526 Hijriah. Saat itu kita entah sudah berada di mana. "Perhatikanlah waktu! Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian..." demikian pesan suci Alqur'an.***


Blog EntrySep 11, '07 7:02 AM
for everyone

Ada yang mau gue share nih...keinget masa lalu

3-4 Juni 2004, gue ke Baduy bareng NT (JTB 3),inilah saatnya pertama gue ketemu dengan komunitas travellers ini, and sampe sekarang gue masih nyangkut disini....liat foto selengkapnya klik disini

12-13 Juni 2004, gue ngekut event FHM Light Offroad & Rafting. Nah disinilah gue ketemu sama Kang Usep dan Bang Rudin...gak nyangka kalo pertemenannya yang intens bisa panjang hingga sekarang...liat foto selengkapnya klik disini .

18-20 Juni 2004, naek kapal phinisi milik orang bule ke Ujung Kulon untuk familirilzation trip ke Ujung Kulon. And everything is free....(sayang yang ini gak ada dokumentasinya...)


Pages:12